Sabtu, 18 November 2017

BERIKIR POSITIF

I CAN / T


Pernahkah anda mengalami perasaan curiga dan panik ketika dihadapkan suatu permasalahan yang sedang dialami? Perasaan itu selalu diliputi rasa cemas dan hal hal yang tidak kita inginkan bukan? Jika hal seperti dibiarkan lebih lanjut bukankah merugikan diri anda sendiri karena terlalu melibatkan kesedihan. Perasaan yang negatif tersebut mampu mengubah hidup anda menjadi lebih buruk dan lebih buruk lagi karena dalam diri anda sudah dipenuhi perasaan seperti itu.
          Perasaan yang negatif pasti tidak jauh jauh dari kata pesimis, ragu tagu dan juga takut gagal. Berpikir negatif juga membuat anda anda menjadi tidak yakin serta memiliki ketakutan dalam setiap apa yang anda lakukan. Anda sadari atau tidak setiap ketidakyakinan serta ketakutan dalam diri anda justru yang membuat kenyataan. Hal tersebut sangatlah harus dihindari.
          Maka dari itu mulailah keluar dari berpikir negatif menjadi berpikir postif. Mengapa hal berpikir postif tersebut diperlukan? Seperti apa yang telah dipaparkan diatas dari berpikiran negatif lambat laun membuat keadaan individu lebih buruk lagi karena didalam diri sudah menaruh perasaan pesimis yang membuat individu merasa tidak yakin. Maka sebab itu berpikir positif diperlukan pada individu. Memang tidak mudah seperti dibayangkan dalam berpikir positif namun apa salahnya mulai dari sekarang mencobalah tanamkan diri anda berpikir positif.
          Kekuatan berpikir postif merupakan unsur yang terpenting dalam menciptakan jenis kehidupan yang anda pada diri. Sikap berpikir positif membantu anda untuk mengatasi situasi stress dan dapat mengubah hidup anda jauh lebih baik lagi. Pengertian berpikir postif artinya tidak menaruh sangsi atau curiga terhadap suatu obyek atau subyek.
          Berpikir postif juga memerlukan suatu tindakan yang digunak an dalam mengembangkan diri dalam berpikir postif. Dalam berpikir positif menanamkan kesadaran bahwa kita harus segera bertindak dan kesadaran itu tidak takut gagal. Saat seseorang sudah mengakui sudah berpikir postif tetapi belum bertindak sebenarnya dia belum berpikir postif itu belum masuk kedalam pikiran bawah sadarnya.
          Maka dari itu disini saya akan memberikan beberapa langkah berpikir postif.
1.     Membangun kepercayaan diri, beberapa orang dalam kurang kepercayaan diri menciptakan hilangnya kendali dan merasa tak berdaya yang pada diri. Pada dasarnya semua orang itu makhluk yang berguna, maka dari diri bangun lah kepercayaan.
2.      Bertemanlah dengan orang orang yang selalu berpikir postif, dari lingkungan tersebut bukan hal yang tidak mungkin individu tersebut akan ikut kedalam hal tersebut.
3.     Hadapi masalah dengan tenang gunakan humor untuk mencairkan suasana.
4.     Yang pastinya tumbuhkan dan kebangkan berpikir postif tersebut.


Pendidikan karakter



Pendidikan karakter

Individu biasanya menempuh pendidikan di lembaga sekolah formal. Dari sini individu   diajarkan menjadi individu yang dapat berguna nantinya. Dari sekolah dasar individu diajarkan menulis, membaca dan masih banyak yang lainnya. Pendidikan disekolah menyiapkan individu yang berpendidikan agar dapat membangun negara yang maju.
Proses pendidikan disekolah masih banyak yang mementingkan aspek kognitifnya ketimbang psikomotoriknya. Guru hanya sekedar menyampaikan ilmu yang dimilikinya saja tanpa mengajar etika apa saja yang diperlukan untuk anak. Banyak sekolah hanya melihat perkembangan aspek kognitif siswa dibanding nilai psikomotoriknya. Padahal nilai karakter itu sangat penting untuk perkembangan individu tersebut. Pendidikan karakter juga digunakan untuk membangun kehidupan yang lebih baik lagi.
            Membentuk individu yang berkarakter bukan suatu upaya yang mudah dan cepat. Perlunya upaya saling bantu dari berbagai pihak khususnya disekolah seperti wali kelas, guru mata pelajaran, guru BK dan pihak sekolah lainnya dalam menanampak pendidikan karakter disekolah. Diisamping itu tidak kalah pentingnya pendidikan dari lingkungan masyarakat sekitar individu. Lingkungn masyarakat sangat mempengaruhi dalam penanaman etika kepada anak. Upaya orang tua juga terlibat ketika anak sedang berada dirumah.
            Maka dari itu penananaman karakter kepada individu tidak hanya melibatkan satu pihak saja namun berbagai pihak yang ada dilingkungan sekitar. Diharapkannya dengan diterapkannya pendidikan semua potensi kecerdasan anak anak akan dilandasi oleh karakter karakter yang dapat membawa mereka menjadi orang orang yang diharpkan sebagai penerus bangsa. Bebas dari korupsi dan ketidak adilan yang lainnya. Makin menjadi bangsa yang berpegang teguh kepada karakter yang kuat dan beradab. Walapun menanampak pendidikan katakter itu tidak mudah, itu sebabnya pentingnya menanampak pendidikan karakter sejak dini.


 Hasil gambar untuk pendidikan karakter
           

Jumat, 17 November 2017

KOMUNIKASI DOKTER YANG EFEKTIF SEBAGAI DAYA TARIK KEPUASAN PASIEN



http://zubairidjoerban.org/wp-content/uploads/2015/09/KOM.jpg




Setiap manusia di dunia ini memerlukan adanya komunikasi antara satu dengan yang lain. Komunikasi yang baik terjadi apabila antara komunikator dengan komunikan memahami isi pesan yang disampaikan atau diterima dan komunikan memberikan tanggapan (feedback) dari pesan yang telah disampaikan oleh komunikator. Jika semua itu, berjalan dengan baik maka komunikasi pun akan berjalan dengan baik pula.           
Sebagai dokter tentu tidak terlepas dari proses komunikasi sehari-hari dengan pasien. Dari sekian banyak komunikasi, maka komunikasi antar pribadi yang dianggap paling efektif untuk menunjang kesehatan pasien. Dokter yang selama ini dinilai sebagai penolong bagi masyarakat dituntut untuk dapat mempunyai komunikasi yang baik dengan pasien.
Kelemahan dalam berkomunikasi merupakan masalah yang serius bagi pasien maupun dokter. Pasien yang canggung terhadap dokter atau merasa lebih rendah dari dokter akan menciptakan komunikasi yang tidak efektif karena pasien pasien akan merasa malu untuk menceritakan keadaan sebenarnya atau tidak berani bertanya ketika penjelasan yang diberikan oleh dokter saat berkonsultasi tidak memuaskan. Demikian juga apabila dokter yang enggan berkomunikasi dan menunjukkan raut wajah yang tegang dan ekspresi wajah yang marah dan tidak ada senyum akan berdampak negatif bagi pasien. Pasien akan merasa tidak nyaman bahkan terancam dengan sikap dokter jika bersikap seperti diatas. Kondisi seperti ini tentunya akan sangat berpengaruh terhadap proses penyembuhan pasien.
Maka dari itu banyak rumah sakit atau klinik yang mempunyai dokter atau staf  lainnya untuk menjual keramahan dan keakraban kepada pasien. Hingga pada Hal itu sebagai salah satu daya tarik pasien untuk datang berkunjung kembali dan menjadi kepuasaam kepada pasien itu sendiri lalu sekaligus mendapatkan keuntungan bagi Rumah sakit atau klinik.
Pada pembahasan ini, saya ingin menyampaikan bagaimana komunikasi dokter yang efektif sebagai daya tarik kepuasan pasien. Dalam hal ini diperlukan Atraksi interpersonal.  Atraksi interpersonal adalah kesukaan pada orang lain, sikap positif dan daya tarik seseorang. Makin tertarik kita dengan orang lain, maka makin besar kcenderungan kita untuk berkomunikasi dengan orang lain. Daya tarik seeorang sangat penting bagi komunikasi interpersonal. Jika kita menyukai seseorang, maka kita cenderung melihat sesuatu dari diri seseorang tersebut secara positif. sebaliknya, jika kita tidak menyukai seseorang, maka kita cenderung melihat sesuatu dari diri seseorang tersebut secara negative. Itu sebabnya Daya Tarik sangat mempengaruhi seseorang untuk berperilaku atas suatu tindakan.
            Pada intinya dalam ukuran Kepuasaan pasien kepada dokter, bukan hanya dokter itu bertalenta atau mampu menguasai penyakit. Tetapi juga Komunikasi dari dokter itu sendiri kepada pasien. Komunikasi yang efektif akan menimbulkan kepuasaan dan mengahasilkan daya tarik dari Dokter itu sendiri. Sesuai dengan Exchange theory menjelaskan bahwa interaksi sosial diibaratkan sebagai transaksi dagang. Jika orang kenal pada seseorang yang mendatangkan keuntungan ekonomis dan psikologis, akan lebih disukai Gain-loss theory menyatakan bahwa orang cenderung lebih menyukai orang-orang yang menguntungkan daripada orang-orang yang merugikan kita.


RESUME BAB 6

 AKSIOLOGI PAULO FREIRE Pada pembahasan kali ini saya akan meresume buku Struktur Fundamental Pedagogik karya Dr. Dharma Kseuma, M.Pd. ...